Home Hukum & kriminal Buron Lima Bulan, Pencuri Gabah Dibekuk Aparat

SN PURWOREJO – Polsek Grabag berhasil meringkus Sujarwo (41) warga Desa Wonoenggal, Kecamatan Grabag. Sujarwo merupakan tersangka pencurian gabah, beras dan ayam yang sempat buron selama lima bulan. Tersangka juga seorang residivis yang kerap keluar masuk penjara. Sebelumnya tersangka sempat lima tahun meringkuk dalam penjara dalam kasus yang sama.

Kapolsek Grabag, AKP Suwito mengataan, terungkapnya kasus pencurian gabah berawal dari laporan warga yang mengaku kehilangan tiga karung gabah, 26 kg beras, dan enam ekor ayam. Korban melapor ke Polsek Grabag lantaran dirinya melihat ayam miliknya yang hilang sedang dijual oleh tersangka di Pasar Jono. “Korban melihat sendiri kalau tersangka sedang menjual ayam miliknya kemudian melapor ke polisi,” kata AKP Suwito saat ditemui di Mapolsek Grabag, Kamis (19/05/2016).

Atas dasar laporan tersebut kemudian anggota Polsek Grabag melakukan penyelidikan. Sayangnya saat hendak dilakukan penangkapan ternyata tersangka sudah kabur ke Jakarta. “Upaya penangkapan gagal mungkin karena sudah bocor duluan sehingga tersangka keburu kabur,” ucap AKP Suwito.

Meski gagal namun anggota Polsek Grabag terus memantau perkembangan dan keberadaan tersangka. Hingga akhirnya diketahui tersangka pulang langsung dilakukan penangkapan. “Modusnya tersangka masuk lewat pintu belakang setelah sebelumnya merusak dengan linggis. Begitu berhasil merusak pintu tangan tersangka kemudian meraih grendel kunci,” katanya.

Dari pengakuan tersangka motif pencurian lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Dikatakan, waktu itu tersangka bingung karena istrinya minta uang untuk pergi ke Jakarta karena saudaranya punya hajad. Karena tidak punya uang karena pekerjaan lagi sepi, tersangka nekad mencuri di rumah tetangganya. “Saya mencuri karena butuh uang untuk ongkos istri saya ke jakarta,” aku tersangka yang keseharianya berprofesi sebagai tukang batu dan kayu.

Diungkapkan, selama dalam pelarian dirinya kerja bangunan di Jakarta. Namun setelah pekrjaanya selesai tersangka bingung dan memutuskan pulang. Sampai dirumah tersangka kemudian kerja bangunan di tetangganya. “Tapi baru seminggu dirumah saya ditangkap polisi,” ucap tersangka.

Dari hasil kejahatannya tersangka mengaku mendapat uang Rp 670 ribu. “Tiga karung gabah laku Rp 550 ribu, enam ekor ayam laku Rp 120 ribu, sementara berasnya saya konsumsi sendiri,” aku tersangka saat ditemui di Mapolsek Grabag.

Menurut AKP Suwito, atas perbuatannya tersebut tersangka terancam dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (WARDOYO)

loading...

Balasan