Home Daerah Penggusuran Rumah Warga Oleh PT. KAI Memakan Korban

SN Semarang ; Penggusuran rumah warga di Bandarharjo Kelurahan Tanjung Emas, Kota Semarang yang dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) IV Semarang memakan korban baik dari pihak aparat maupun warga, Kamis (19/5/2016).

Dengan dalih melakukan penertiban aset, dalam melaksanakan penggusuran rumah warga tersebut, sebanyak 1.780 aparat pemerintah yang terdiri dari tentara, polisi, dan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota Semarang  dikerahkan untuk mengawal personel Satuan Keamanan PT KAI menghadapi warga. Hal tersebut diungkapkan Manager Humas PT KAI Daops IV Semarang Gatut Sutiyatmoko.

Seperti yang di lansir oleh Semarangpos.com, Gatut menegaskan sebelum penggusuran Semarang itu direalisasikan, pihaknya telah melakukan tiga kali sosialisasi. ”Kami pada Senin lalu [16/5/2016] juga sudah memberikan surat pemberitahuan kepada warga, tentang pembongkaran bangunan rumah pada 20 Mei 2016, karena waktunya Jumat, maka dimajukan menjadi Kamis [19/5/2016],” .

“Ada 68 rumah warga yang bongkar, namun sebenarnya ada sebanyak 130 bangunan milik warga Bandarharjo yang terkena dampak pembongkaran, tapi untuk yang 62 bangunan rumah lainnya belum bisa dilakukan pembongkaran karena masih menunggu proses hukum,” ujar Gatut. Kembali Gatut menambahkan bahwa KAI telah menawarkan bantuan uang pembongkaran senilai Rp250.000/m2 kepada warga, namun ada warga ada yang menerima dan menolak.

Namun seorang warga Ny. Lastri menyatakan tidak pernah ada pemberitahuan dari KAI sebelumnya untuk melakukan pembongkaran rumah. ”Rumah saya langsung dirobohkan, barang-barang dan perabotan rumah tangga saya ditaruh di luar begitu saja,” kata dia sambil terisak.

Janda satu orang anak ini menolak tawaran uang pembongkaran senilai Rp250.000 per meter persegi dari KAI, karena tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan untuk membangun rumahnya. ”Saya sudah mengeluarkan banyak uang untuk membangun rumah. Saya tidak tahu harus tinggal di mana nantinya,” ujar Lastri

Menurut info melalui surat elektronik, bahwa  ada korban 2 warga tewas dan 1 polisi tewas dalam bentrokan tersebut akibat terkena lemparan batu, benda tumpul, bahkan senjata tajam.

Selain itu korban luka-luka anggota Brimob, yaitu :

1. Ipda RoNI HIDAYAT, anggota subden 1 (luka parah tangan kiri, plus tembus atas bawah)

2. Bripka I WAYAN SUDARYA, anggota Subden 2 (luka parah bahu kanan, dan punggung tangan kiri)

3. Bripka SUPARNO, anggota Subden 1, (luka lutut kiri)

4. Bripda MUH IMRON, anggota Subden 3 ( mengalami hest stroke )

5. Bharada MUH BANIADI, anggota Subden 3 ( mengalami Hest stroke)

6. Brigadir ARI ANGGRIANTO, anggota Subden 1 ( ket Dokter Albert : Diagnosa Jantung )

7. Brigadir SIGIT PRAMONO, anggota Subden 3, masih dalam perawatan.

Ketujuh anggota brimob dalam keadaan belum sadar. Dan saat ini masih dalam perawatan di RS Pantiwiloso Dr. Cipto Semarang

loading...

Balasan