Home Ekonomi SKK MIGAS SAMBUT PERPRES HARGA GAS BUMI.

SN Jakarta : Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyambut baik ditandatanganinya Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

Wakil Kepala SKK Migas Zikrullah dalam pemberian penghargaan atas kinerja eksplorasi di Jakarta, Kamis, mengatakan dengan peraturan tersebut diharapkan ada peningkatan di sektor hilir karena adanya penyesuaian harga. “Alhamdulillah saya dengar Perpres harga gas sudah keluar. Artinya hilir akan meningkat konsumsi gasnya karena ada penyesuaian harga gas,” katanya.

Penurunan harga gas yang berlaku surut sejak 1 Januari 2016 seperti tertuang dalam Perpres itu menyebutkan pemerintah menurunkan harga gas bumi bagi tujuh sektor industri untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing industri nasional.

Tujuh sektor industri yang memperoleh penurunan harga gas adalah pupuk, petrokimia, “oleochemical”, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet. Aturan tersebut tidak menyebut sektor pembangkit listrik yang juga mendapat penurunan harga gas.

Sesuai Perpres yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 3 Mei 2016 itu, penurunan harga gas dilakukan dengan mengurangi bagian penerimaan negara. Sedangkan, bagian penerimaan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tetap.

Perpres 40/2016 menyebutkan harga gas ditetapkan dengan mempertimbangkan keekonomian lapangan, harga di pasar internasional dan domestik, daya beli konsumen dalam negeri, dan nilai tambah dari pemanfaatan gas.

Jika harga gas tidak memenuhi keekonomian industri pengguna, maka pemerintah menetapkan harga gas bumi tertentu atau subsidi. Harga jual gas subsidi dari KKKS ditetapkan pemerintah maksimal sebesar enam dolar AS per MMBTU. (iqp/end)

loading...

Balasan