Home Ekonomi RUU Tax Amnesty Disahkan dalam Waktu Dekat

SN Jakarta ; Commenwealth Bank adakan seminar Tax Amnesty yg diadakan di ICE  (19/05) dengan pembicara Yustinus Prastowo dari CITA dan Darussalam, SE, Ak, CA, M.Si, LLM int Tax  yang juga adalah salah satu kontributor dan nara sumber Kementerian Keuangan.

Dalam seminar tersebut, Yustinus mengatakan bahwa kemungkinan besar Rancangan Undang-Undang Tax Amnesti (RUU TA) selesai 2-3 minggu lagi, karena sudah adanya kesepahaman antara  DPR dengan pemerintah. Tax Amnesty (TA) bisa jadi akan diberlakukan pada tanggal 1 Juli sampai dengan 31 des 2016. Dan setiap permohonan TA pasti dikabulkan, dimana dalam waktu 7 hari sejak permohonan diajukan,  harus sudah dikeluarkan surat persetujuan dari Menteri Keuangan atas TA.

“Kalau sedang diperiksa maka akan ditunda sampai keluar putusan TA, dan pemeriksaan dihentikan, ” Ujar Yustinus. ” Rekening bank pun tidak bisa dibuka pajak, serta tarif pajak kemungkinan menjadi  4 % dan 6%” ujarnya kembali.

“Sedangkan untuk dana yang ditarik dari LN maka harus diendapkan 1 tahun di bank pemerintah dan 2 tahun di instrumen lainnya seperti SUN. Saham dll” Ujar Yustinus kembali.

Hal senada juga disampaikan oleh Darussalam bahwa Pemerintah dalam waktu dekat akan mengesahkan UU Tax Amnesti. “Wajib pajak akan dibebaskan dari pajak yang terhutang, Sanksi pidana bidang perpajakan dan Sanksi administrasi perpajakan” ujar Darussalam. Obyek Yang dibebaskan adalah Akumulasi PENGHASILAN yg sudah berbentuk ASSET.

” Tax Amnesty hanya berbicara HARTA, bukan  PENGHASILAN, dan pajak kita menganut sistem SELF ASSESMENT.” Ujar Darussalam.

“Selain itu Tax Amnesty mengampuni HARTA yang ada di luar negeri dan dalam negeri.” Ujar Darussalam kembali.

Yang bisa diakui adalah HARTA yang belum diakui/dilaporkan berupa: uang tunai (rek bank/ tabungan/ deposito, perhiasan ( surat pernyataan /surat bukti dari toko ), surat berharga: saham/ORI dll serta lukisan ( kwitansi beli ).

“Semua hal tersebut diatas akan diganti dengan UANG TEBUSAN”. Ujar Darussalam. Besaran uang tebusan tersebut adalah :

Dalam Negeri    Luar Negeri

2 %                          1%

4 %                          2%

6 %                          3%

Tax Amnesty Program tersebut dilindungi UNDANG-UNDANG. TA ProgramTIDAK akan melakukan penyidikan, penyelidikan, penelusuran dan pembuktian terbalik atas HARTA yang belum dilaporkan dalam SPT. Namun TA Program hanya melakukan PEMERIKSAAN  administrasi atas kelengkapan yg disyaratkan dalam Surat Permohonan Pengampunan Pajak yang berupa: NPWP, KTP, KK, dan persyaratan administrasi lainnya.

Di tahun 2018 Tax Amnesty TIDAK AKAN PERNAH ADA LAGI, di dunia mana pun. Dan Indonesia sudah masuk  dalam kesepakatan pertukaran info dunia dan dimulai pada tahun 2018, di mana SECARA OTOMATIS setiap negara mengadakan pertukaran informasi di seluruh dunia, termasuk penghasilan dan yang berkaitan dengan pajak. (Hefrizal)

loading...

Balasan