Home Opini Setapak Jejak Kehidupan

Ilmu tanpa Agama ……..….……Buta

Agama tanpa Ilmu…………..….Lumpuh

Tanpa Agama dan Ilmu ………..Binasa

 

Karena Buta ingin ku melihat Surga

Karena Lumpuh tertatih kumenuju Surga

KAU berikan dua pilihan : Surga atau Neraka ?

Karena tak ingin Binasa kupilih Surga
KAU berikan hati sebagai lentera ke Surga

KAU berikan akal ‘tuk mencari Jalan ke Surga

Karena tak ingin Tersesat dan Jatuh

KAU berikan Pedoman dan Pegangan

Karena kubodoh KAU turunkan UtusanMU

 

images(10)Seiring berjalannya waktu cahaya hati kian redup

Akankah ia padam ?

Sementara akal mulai letih

Mencari kepastian yang tidak pasti.

Akankah kembali ketenangan jiwa

Yang terbelenggu oleh hasrat, keakuan dan harga diri yang semu?

Membentuk Kepastian dalam Pembenaran, Keraguan dalam Kebenaran.

 

images(8)Jiwa berkata ;

“Andaikata anak-cucu Adam tidak dikelilingi bala tentara iblis

Mereka dapat menyaksikan Kerajaan Langit.”

 

Adakah manusia yang mampu melenyapkan eksistensinya.

Selain memberikan cara memperkecil proporsi aktivitasnya ?

Karena mereka adalah bagian dari kehidupan.

 

Aku ada mereka lebih dulu ada

Aku diam mereka menggelitik

Aku bimbang mereka membuai

Aku ikut mereka berkhianat

Aku bergerak mereka menyandung

Aku melawan mereka bersekutu

Aku berkelompok mereka menyusup

Aku berpendapat mereka imbuhkan prasangka

 

images(9)Hati pun berkata ;

“Hidup adalah proses pembelajaran.”

Yang digeneralisisasi dalam I P K

I khlas memberi

P asrah menerima

K husyu’ mengerjakan

dari berbagai mata pelajaran kehidupan

Setiap mata pelajaran ada ujian dan penilaiannya

Dan qadr kelulusan ditentukan olehNYA

Ketidaklulusan menimbulkan perulangan soal dalam cerita yang berbeda.

Sampai kita layak di Wisuda dihari pembalasan kelak.

images(6)

 

 

 

 

 

Akal berkata;

“Jalani hidup seperti air yang mengalir.”

Kalau hidup itu air, apakah aku sebuah ranting

Yang mudah patah di arus yang deras dan memaksaku tuk membuat keputusan…?.

 

Melawan arus……..Mampukah aku ?

Bertahan dan menancapkan kuat-kuat pijakan sambil berharap semua itu akan berlalu………Sabarkah aku ?

Mengikuti arus dan kuhadapi batu karang yang akan menghadang

dengan segala kemungkinan………Maukah Aku ?

Atau kuhijrahkan diri kelain arus yang seolah-olah mengalir dengan tenang

“Bukankah yang pasti dalam kehidupan adalah Perubahan dan Kematian”

 

images(14)

Raga berkata;

Aku adalah wadah dari roh yang digerakkan oleh rasa dan logika

‘ tuk menghasilkan warna hitam dan putih

baik-buruk, benar-salah, susah-senang, suka-tidak suka, ya- tidak, kaya-miskin.

Tapi hidup tak berwarna hitam dan putih

Jutaan warna membuatku sulit tuk melukiskan jati diri

Oleh karena berbagai keinginan akan hidup dan penghidupan

Karena keinginanku tak terbilang

Andaikan itu segunung emas aku belum lagi terpuaskan.

By : Hefrizal (Penaku : Matahati, Matahariku)

loading...

Balasan