Home News IMMM-USU : MASIH BANYAK SARJANA SULIT MEMPEROLEH PEKERJAAN

Medan (Siarannews) – Lulusan perguruan tinggi Indonesia sedang mengalami dilema, sebab gelar ijazah pendidikan tinggi yang mereka raih tak lagi jadi jaminan mudah untuk mendapat pekerjaan. Kesulitan mereka terserap dunia kerja semakin bertambah berat, karena mulai 1 Januari tahun ini mereka juga bersaing dengan tenaga kerja asing dari negara-negara ASEAN sebagai dampak berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Hal ini juga berlaku di bangku pascasarjana. Masih banyaknya sarjana lulusan perguruan tinggi yang kini menjadi mahasiswa pascasarjana kesulitan dalam memperoleh pekerjaan. Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Umum IMMM-USU Syahrul Akbar, SP dalam acara buka puasa bersama Ikatan Mahasiswa Magister Manajemen USU, Minggu (19/6) lalu.

Syahrul menyampaikan, “Hal yang tak kalah penting yang menjadi sorotan adalah, masih banyaknya mahasiswa pascasarjana yang berstatus pengangguran dan sulit untuk memperoleh pekerjaan. Artinya, lulusan perguruan tinggi Indonesia masih banyak yang belum layak jual di perusahaan maupun dunia kerja.”

Banyak faktor yang menyebabkan sulitnya para sarjana untuk memperoleh pekerjaan. Selain faktor pengalaman dan usia, faktor akreditasi universitas tempat para sarjana menimba ilmu juga menjadi salah satu faktor penting.

Sekjend IMMM-USU Tengku Fakhri Noor Johan, SE mengatakan, “Banyaknya perusahaan yang lebih memilih seorang sarjana yang sudah memiliki pengalaman kerja, secara tidak langsung telah mematikan harapan dari seorang sarjana fresh graduate. Disamping itu, tidak sedikit pula perusahaan yang melihat seberapa baik akreditasi kampus tempat para sarjana tersebut menimba ilmu, bukan dari kualitas seorang sarjananya”.

“Artinya, walaupun seorang sarjana tersebut memiliki keterampilan dalam satu bidang, namun jika akreditasi kampus tidak mendukung maka itu semua akan terasa sia-sia”, tambah Fakhri.

Ketua DPP IKA USU Drs. H. Sofyan Raz, MM yang juga merupakan alumni Magister Manajemen USU menyarankan agar para sarjana yang memiliki keterampilan khusus tersebut lebih baik untuk melakukan wirausaha.

“Pada umumnya, mahasiswa Magister Manajemen adalah berjiwa wirausaha. Jadi berwirausahalah, tentu itu jauh lebih baik. Bukan sekedar mendapatkan pekerjaan, tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan”, ujar Sofyan Raz.

 

Sumber : Putra

loading...

Balasan