Home Hukum & kriminal Kades Cikeas Udik Gunung Putri Akan Dijemput Paksa Polres Bogor?

SN Kab. Bogor – Terkait dugaan penjualan lahan aset seluas 4.197 meter persegi yang ditempati SDN 01 Cikeas Udik, Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang juga melibatkan oknum Kepala Desa Mohamad Haris terus didalami oleh penyidik Unit III Reskrimsus Polres Bogor.

Bahkan, Polres Bogor melalui Unit III Reskrimsus terus berupaya memanggil pihak-pihak yang diduga turut terlibat dalam proses pengalihan aset negara tersebut.

Kepala Unit (Kanit) III, Ipda Imam Djunaedi mengatakan, baru-baru ini pihaknya telah memanggil Kades dan Sekdes Cikeas Udik untuk merampungkan BAP yang sudah berjalan beberapa bulan lalu.

“Sekdes telah memenuhi panggilan penyidik, tapi Kades tidak memenuhi panggilan. Kami sudah melakukan pemanggilan, kalau satu kali lagi kami panggil tidak datang, maka kami akan jemput paksa,” kata Ipda Imam, melalui pesan singkat yang dikirimnya, Rabu (22/6/16) sore kemarin.

Ia menerangkan, ini kali kedua pihaknya memanggil kedua pejabat di Desa Cikeas Udik tersebut, setelah beberapa bulan lalu juga pernah dimintai keterangan. “Kalau waktu itu dipanggil dan diperiksa masih dalam penyelidikan, yang sekarang untuk penyidikan,” terangnya.

Kini, aktor intelektual dibalik penjualan lahan panas tersebut tengah dibidik Polres Bogor. Ia mengungkapkan, pihaknya tidak akan hanya membawa perkara tersebut ke delik penggelapan.

“Jika kasus tersebut delik penggelapan, kami sudah dapat menetapkan tersangkanya, tetapi kami akan membawa perkara ini ke delik tindak pidana korupsi, karena objek yang dijual belikan merupakan tanah negara,” kata Ipda Imam.

Sementara itu, kuasa hukum Mohamad Haris, Johan Pakpahan juga membenarkan atas ketidakhadiran kliennya dalam pemanggilan oleh penyidik Polres Bogor. Bahkan, Johan juga menyebutkan jika kliennya itu sebenarnya sudah memenuhi panggilan Polres Bogor untuk dimintai keterangan.

“Sebenarnya pada Kamis (16/06) sudah memenuhi panggilan, tetapi atas sejumlah pertanyaan yang tidak bisa dijawab menyangkut lahan yang dibeli oleh salah seorang dokter, maka dirinya meminta untuk menunda dan dijanjikan akan dilanjutkan lagi pada hari Minggu (19/6/16). Tapi hari Minggu itu malah tidak hadir, dan di hubungi selulernya tidak aktif,” kata Johan, kemarin.

Rencananya, imbuh Johan, kliennya tersebut dijadwalkan akan memenuhi panggilan penyidik Polres Bogor pada Sabtu (25/06) mendatang.

“Kami akan upayakan untuk hadir,” tukasnya. (Sahrul/Eddy)

loading...

Balasan