Home Bisnis Indonesia Future Society Dukung Gerakan Penanaman Kemenyan di Tapanuli

Aeknauli, SN. Sebanyak 27 orang mahasiswa dari sejumlah Universitas (USU, UNIMED, UMSU, GRAHA KIRA­NA ) yang tergabung da­lam Indonesia Future Society (IFS) Sumatera Utara, men­dukung gerakan penghijauan, penanaman dan perbanyakan bibit kemenyan (Batak: haminjon), khususnya dikawasan hutan di Tapanuli. IFS sebagai salah satu wadah berkumpulnya para ma­hasiswa berharap perbanyakan haminjon, sekaligus sebagai salah satu pendukung untuk pemenuhan pencapaian program Danau Toba sebagai Monaco Of Asia.

Harapan tersebut terungkap dalam kunjungan sekaligus pena­naman bersama bibit haminjon di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) sektor Aeknauli milik PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL).

Mereka menilai haminjon harus dilestarikan dan men­da­pat dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, masya­ra­kat, maupun swasta (perusahaan), karena merupakan tanaman yang memiliki nilai sejarah dan budaya suku Batak.

“Kegiatan ini bisa dikatakan sebagai study banding dan eko­wisata mahasiswa yang tergabung dalam IFS. Ke­na­pa tujuannya ke TPL? Karena selain wisata kami juga ingin melihat langsung apa­kah sejumlah isu negative ter­hadap perusahaan ini benar ada­nya,” tutur Syahrul Akbar, Ketua IFS Sumatera Utara,  baru-baru ini.

Dalam kunjungan ke HTI sector Aek Nauli para maha­siswa tidak ingin meningalkan kesempatan besar dalam penanaman bibit haminjon. Mereka antusias melakukan penanaman karena haminjon adalah, tanaman vegetasi lokal yang mengeluarkan aro­ma khas untuk dijadikan bahan baku kosmetik.

Selain itu para mahasiswa yang rata-rata semester 6 selama ini telah menaruh perhatian terhadap TPL, dalam hal pengelolaan hutan tanaman industri yang selama ini berhasil dikelola secara lestari dan berkesinambungan (sustainable). Sehingga diha­rap­kan dapat memberikan kontribusi posistif terhadap pemanfaatan alam, serta peningkatan perekonomian di berbagai elemen.

“Jujur kami selaku mahasiswa yang tergabung dalam IFS ter­kesan melihat sistem lestari berkesinambungan sangat berjalan di TPL. Apalagi program penanaman kemenyan ini adalah pe­nga­laman baru bagi kami. Kami rasa memang harus ada du­ku­ngan dari banyak pihak agar fokus dalam pelestarian tana­man kemenyan ini. Sehingga kita tidak hanya menyampaikan isu ne­gatif tanpa berbuat sedikit pun terhadap pelestarian kemenyan,” ung­kap mahasiswa Pasca Sarjana program Magister Manajemen Uni­versitas Sumatera Utara ini.

Mahasiswa juga dikenalkan dengan tanaman pokok industry penghasil milik TPL yakni ekaliptus. Tanaman ini merupakan bahan baku pabrik dalam menghasilkan pulp (bubur kayu). Secara umum mahasiswa diberi infor­masi mengenai perkebunan kayu lestari berke­sinam­bungan, dengan luas total izin konsesi 188 ribu hekltar, yang seluruhnya tersebar di 12 kabupaten di Sumatera Utara.

Meskipun dengan luasan konsesi yang diberikan pemerintah hingga 70% dapat di tanami tanaman pokok, namun perusahaan tetap memberi porsi untuk konservasi hutan alam yang diper­tahankan, sehinga fungsi lindung di konsesi HTI menjadi jauh lebih luas dari yang dipersyaratkan oleh pemerintah.IMG_20160309_100039

Indonesia Future Society (IFS) adalah sebuah komunitas yang diinisiasi dan sekaligus menjadi wadah kreatif anak bangsa untuk melatih karakter kebangsaan, dan menghasah jiwa kepemim­pinan. Karena sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa dari Universitas Su­matera Utara (USU), keberangkatan mereka ke sektor HTI TPL dilepas langsung oleh Rektor USU Prof Run­tung Sitepu. (sug/rel)

loading...

Balasan