Home Daerah Supplier Gelar Aksi Damai di Depan PT POSCO E&C

SN, BOGOR – Pihak Supplier, gelar aksi damai. Demo dilakukan lantaran  telah enam bulan bahan material belum dibayar oleh Pihak PT. Chungma Subkontraktor dari PT Posco E&C selaku main contractor mega proyek jalan tol Bocimi, supplier CV Bina Sarana Perpecta dan CV Kadaka Prima Graha, Sabtu (26/6/2016).

Kedua supplier menagih ke pihak PT Chungma selaku subkontraktor PT Posco yang belum melunasi hutangnya sekitar Rp.250 juta. (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).

IMG-20160625-WA026-2Di kantor PT Posco yang merupakan perusahaan asing asal Korea itu, Manager Operasional CV Bina Sarana Perpecta dan CV Kadaka Prima Graha, Habib Muhammad Al Rumi, beserta sejumlah karyawannya menggelar aksi unjuk rasa. Mereka berorasi dan membakar ban bekas. Aksi berlangsung kondusif dan mendapat pengawalan sejumlah aparat kepolisian Polsek Caringin.

Habib Muhammad Al Rumi, selaku pemilil CV, dalam orasinya merasa kesal, sebab bahan material yang dikirim tak juga dibayarkan selama enam bulan, oleh PT. Chungma.

Selama itu, supplier hanya mendapat janji palsu. Bahkan, merasa ditipu karena diberikan cek palsu. Hal tersebut diketahui ketika Habib melakukan pencairan pada tgl. 15 Juni, cek yang diterimanya ternyata kosong.

IMG-20160625-WA026-3Tak pelak kondisi ini membuat Habib Muhammad Al Rumi mengancam akan menurunkan massa yang lebih besar, sekaligus memblokir pekerjaan proyek tol Bocimi jika haknya belum dilunasi.

“Jangan berlindung di balik proyek nasional. Kami sangat mendukung. Tapi, PT Posco dan Chung Ma cari duit di wilayah kami. Kami yang mewakili supplier lainnya menuntut hak. Kami juga menuntut PT Posco agar memutuskan kontrak PT Chung Ma karena terbukti tak punya duit dan tak profesional. Padahal nilai proyek tol ini triliunan,” tegas Al Rumi.

Unjuk rasa itu akhirnya berujung mediasi. Bagian Administrasi PT Posco, Rita, bahkan memanggil Direktur PT Chung Ma, Jun Hyung Koo melalui pesawat telepon dan memerintahkan agar melunasi hutang-hutangnya.

“Kami siap memasilitasi sesuai prosedur. Kami juga akan memberi sanksi terhadap PT Chung Ma kalau terbukti benar,” kata Rita didampingi Humas PT Posco, Herman.

Herman menambahkan,  beberapa hari sebelumnya PT Posco juga telah kedatangan supplier lain dengan persoalan serupa namun sudah diselesaikan.

IMG-20160625-WA026-4Pada kesempatan itu Habib menambahkan, pihaknya sengaja menggelar aksi ke PT Posco karena ketika PT Chung Ma ditagih selalu beralasan belum dibayar oleh PT Posco.

“Kalau dengan PT Posco kami tak ada masalah. Tapi Posco juga harus ikut bertanggung jawab karena telah menunjuk Chung Ma sebagai subkontraktor,” ujar Habib.

Ditempat terpisah, CV. Samiliar dan CV. Raffa Mandiri juga mengaku mengalami hal serupa, pihaknya belum menerima pembayaran dari PT. Chungma.  Total yang belum di bayar Rp. 138. 000. 000, – (Seratus Tiga Puluh Delapan Juta), pungkasnya. (Wahyu)

loading...

Balasan