Home Opini Ikhlas Diri, Menguji Hati

SN Jakarta : Saat mau sahur ataupun berbuka di hampir setiap wilayah Jakarta ada saja sekelompok orang entah itu dari Partai, Ormas, Mahasiswa, Ibu ibu PKK,  Karang Taruna, club motor, bahkan muda mudi gereja ikut mengadakan sahur on the road dengan membagikan makanan dan minuman bagi tukang sapu jalan, pemulung dll atau membagikan Takjil atau sekedar Air mineral kemasan di saat menjelang berbuka puasa.

15 hari menjelang lebaran di berbagai sudut jakarta organisasi2 tersebut itu juga menggelar pasar murah mulai dari pasar murah beras, daging hingga pakaian.

7 hari jelang lebaran mulai dari pabrik jamu hingga partai politik menyiapkan puluhan hingga ratusan bis dan gerbong2 kereta untuk mengantarkan penduduk Jakarta yang ingin pulang ke kampung halaman dengan gratis alias tidak dipungut bayaran.

Jika kita lewat jalur mobil di sepanjang jalur selatan atau utara dari Jakarta ke arah Surabaya atau Jakarta lintas Sumatera lewat merak, lampung, Jambi dan seterus nya sering kita temui posko posko mudik berbendera Partai, Ormas atau spanduk perusahaan otomotif. Posko posko itu bertebaran bukan hanya di pinggir jalan besar tp juga di jalan2 pintas. Di sepanjang jalur mudik sering kita temui ambulan ambulan Partai atau Organisasi yang siaga pagi siang malam.

Semua gotong royong itu terjadi setiap tahun, dilakukan tanpa perintah negara, tanpa UU atau Perda, semua dilakukan karena instruksi hati dan solidaritas untuk saling berbagi.

Bungkusan nasi dan lauk, bungkus Takjil atau Air mineral dibagikan, Pasar murah digelar dan barang barang dijual jauh dari harga pasar, belasan ribu orang mudik gratis, posko, ambulance dan lain lain di “berikan” pada Rakyat tanpa pertanyaan “Nanti Pilkada Pilih siapa?” Tanpa meminta Foto Copy KTP tanpa mengisi Formulir Dukungan untuk Pilkada.

Jika ditotal berapa biaya dikeluarkan untuk itu semua? Mungkin habis belasan atau puluhan Milyar Rupiah. Itu jumlah yang sangat besar, tidak sedikit dan tidak mungkin bisa dilakukan jika itu hanya di dorong oleh kepentingan dan ambisi politik. Solidaritas sehebat itu hanya bisa terjadi ketika semua mengkesampingkan ambisi2 politik nya.

Mereka yang punya ambisi politik tentu akan berhitung secara politik, berapa kaos untuk dapatkan berapa KTP, berapa merchandise harus  berimbang dengan jumlah formulir dukungan, sewa booth di mall tentu lebih menguntungkan secara politik dari pada membuat posko mudik di pinggir jalan panas dan berdebu.

Di Indonesia memang banyak yg aneh, sering terbalik balik dan lucu. Ada partai politik yang melakukan kerja sosial tapi ada yg mengaku gerakan sosial justeru menghabiskan belasan milyar untuk mencari dukungan politik.

Memang tidak mudah menguji kata apalagi menguji tulusnya hati, tapi percayalah bahwa waktu akan menjadi penguji setia dari masing masing kita.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H, Mohon maaf lahir batin.

Penulis : Beby HS / Jurnalis

loading...

Balasan