Home Opini Para Cukong Kuasai Pulau Aru Maluku

SN – Nasib Masyarakat Desa Ujir Kecamatan Dobo Kabupaten Kepulauan Aru Maluku yg dikuasi oleh para Cukong-cukong yang menguasai pulau itu dengan cara memecah belah kekeluargaan masyarakat tersebut belum lama ini pimilihan Bupati Kepulauan Aru yg memang telah dipersiapkan untuk kemenangan seorang keluarga dari Cukong tersebut, secara tidak langsung kemenangan ini bertujuan untuk menguasai Kabupaten Kepulauan Aru Maluku yg kaya raya dgn hasil lautnya.

Dan memang masyarakat kepulauan sangat lugu mereka tidak menyadari bahwa mereka secara tidak langsung telah dijajah dengan melibatkan atau melalui Camat Dobo telah cukup menjadi kaki tangan para cukong untuk menekan masyarat kepulauan Aru Ini adalah kisah nyata yg terjadi disebuah pulau yg bernama Pulau Ujir tepat lahir penulis, bahwa telah dikontrak Pulau Wasir selama 50 thn dengan nilai 400 Juta ber-arti satu tahun = Rp. 8.000,000,- jika hitung perhari = 22.000,- ini adalah pembodohan para cukong terhadap masyarakat Pulau Ujir yg mestinya aparat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Aru menjadi. penyuluh dan pembela masyarakat yg teramat lugu lebih menjurus kepada kebodohan diatas kebodohan., Kamis (7/7/16). penulis mengenal krn memang masyarakat Pulau Ujir adalah masih satu keturunan dengan penulis yg masih sedarah dgn suku Walay dari ibu penulis.

Satu lagi peristiwa setelah berkuasanya Sang Bupati Kepulauan Aru maka leluasa bagi sang cukong untuk berbuat semau2nya terhadap masyarakat Ujir yg memang sangat kaya dengan hasil lautnya telah terjadi dipulau Kenari dan Ujir Timur tempat bermula sang cukong menjadi kaya raya bahkan menjadi cukong yg berpenghasilan trilyunan Dollar berkat hasil dari pembodahan terhadap masyarakat ujir yg telah menolongnya dari  kemiskinan sang cukong sama seperti menolong anjing terjepit setelah menjadi bukan milyader lagi tapi sdh berpenghasilan ribuan triyunan membuatnya menjadi nampak kekejamannya dia telah mengontrak Pulau Kenari dan Ujir timur selama kira2 15 thn tanpa setahu penulis yg mempunyai hak waris kakek dari ibu penulis dan setelah masa kontrak akan berakhir pada tgl 10 Agustus 2016 dan sang cukong ingin memperpanjang kontraknya selama 30 tahun dengan nilai 1,5 milyar senilai tai gigi cukong tsb, namun dari suku Walay yaitu salah satu suku ibu penulis menolak untuk diperpanjang kontrak tsb krn memang sangat merugikan masyarakat Pulau Ujir

Sang cukong telah berkuasa bagaikan kuku naga yg mencengkram kebebas hidup masyarakat Pulau Ujir sehingga melibatkan kepala pemerintahan kecamatan Dobo pun ikut terlibat.

Untuk lebih jelasnya sdh lebih dari 2 bulan mulai dari tgl 4 mei 2016 sejak pemilihan kepala desa Ujir yg dimenangkan oleh seorang dari suku Walay yaitu Abu Bin Ali Walay  sejak dari kemanangannya sampai sekarang ini belum dilantik krn campur tangan dari kepala kecamatan atas perintah Bupati yang merupakan kaki tangan dari dari seorang cukong yg cukup berpengaruh di Kabupaten Kepulauan Aru Maluku dengan catata jika Abu Bin Ali Walay atau suku Walay bersedia menanda tangani kontrak pulau kenari dan Ujir maka kepala Kecamatan Dobo yg bertindak sebagai Ekskutor untuk menahan SK jabatan Kepala Desa Ujir krn ada perintah dari Bupati Kepulauan Aru Maluku berita ini penulis punya kaitan dan hubungan darah dengan Masyarakat Ujir tertanda. (Hamdan Attamimi)

loading...

Balasan