Home Daerah Siaga Covid-19, 6 Truk Muatan Mineral Ikutan Asal Babel di Amankan Polda...

SN Palembang – Di tengah merebaknya wabah virus corona atau Covid-19 menuntut sejumlah instansi melakukan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah. Namun hal itu tidak mengurangi kinerja Tim Unit 2 Subdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumsel mengamankan enam truk asal Provinsi Bangka Belitung (Babel) yang diduga mengangkut batako berbahan baku pasir jenis pasir mineral ikutan hasil pengolahan pasir timah, saat melintas di Jalan Tanjung Api-Api (TAA), Kabupaten Banyuasin, Jumat (27/3/2020) pukul 14.30 WIB lalu secara ilegal.

Diduga pasir mineral ikutan ini akan dijual ke luar negeri, karena di Indonesia belum ada teknologi yang bisa mengolah pasir mineral ikutan sisa olahan timah bisa menjadi emas hingga uranium.

Penangkapan enam truk tersebut bermula saat petugas Subdit IV Tipid terlebih dulu mengamankan truk bernopol BG 8702 UT yang dikemudikan oleh Gunadi Effendi dan truk BG 8047 UC yang dikemudikan Rudi Aprianto.

Saat digeledah, masing-masing truk mengangkut kurang lebih 1.000 batako yang diduga berbahan baku pasir jenis mineral ikutan hasil pengolahan pasir timah.

Kemudian pada hari yang sama sekitar pukul 19.30 WIB, petugas kembali mengamankan empat truk yang juga mengangkut pasir jenis mineral ikutan hasil pengolahan pasir timah di kawasan Jalan Tanjung Api Api yang merupakan jalur pelabuhan penyeberangan Palembang-Bangka.

Keempat truk tersebut yakni nopol BG 8437 KJ yang dikemudikan oleh Aan (32), truk nopol BG 8568 UN yang dikemudikan Herdi (52), truk bernopol B 9402 UDD dikemudikan Zul Akwan (53) dan ikut diamankan kernetnya M Reza (26), serta truk dengan nopol BG 8652 UN yang dikemudikan Yudiansyah (33).

Berdasarkan keterangan para sopir truk, barang yang dibawanya itu akan dibongkar di tempat penampungan yang berlokasi di Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang Alang Lebar, Kota Palembang.

Tempat penjualan dan penampungan pasir mineral ikutan yang berada di Kelurahan Karya Baru itu, telah dipasang garis polisi (police line) untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Tim Subdit Tipiter IV Ditreskrimsus di bawah komando AKBP Ahmad Gusti melakukan penggeledahan lokasi penampungan pasir mineral itu, namun tidak ada seorang pun di tempat tersebut

Gusti mengungkapkan, modus yang dilakukan pelaku untuk membawa pasir jenis mineral ikutan tersebut keluar dari Babel yakni dengan menjadikannya batako.

“Pasir yang diduga jenis mineral ikutan hasil pengolahan pasir timah yang diambil dari lokasi pencetakan batako di Koba, Bangka Tengah. Kemudian dibawa ke Palembang melalui pelabuhan laut dengan menggunakan truk,” beber Gusti.

Tujuh tersangka pengangkut pasir mineral itu diamankan di Mapolda Sumsel, di Palembang dan diproses hukum sesuai pasal 158 dan atau pasal 161 UU No.4 Tahun 2009 tentang Minerba dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp10 miliar. (Fs)

loading...

Balasan