Home Hukum & kriminal Sudding : Berstatus WNA, Djoko Tjandra Malah Dikasih Paspor Indonesia

SN JAKARTA – Politisi DPR, Sarifuddin Sudding menilai Djoko S Tjandra yang menyandang status buron kelas kakap namun bisa keluar masuk Indonesia tanpa terdeteksi Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM merupakan hal yang sangat ironis.
Djoko Tjandra diketahui merupakan koruptor perkara pengambilalihan hak tagih (cessie) Bank Bali itu bisa memiliki e-KTP dan paspor Indonesia setelah sejak 2009 menjadi buronan.
Sudding mengakui bahwa dirinya pernah ke Papua Nugini tempat Djoko Tjandra bersembunyi. Di Papua Nugini Djoko dikenal dengan julukan Djoker merupakan sosok terkenal dan membangun banyak properti.
“Dia sangat dikenal di Papua Nugini, tetapi anehnya seorang WNA yang juga sebagai penjahat, sudah ada keputusan berkekuatan hukum tetap bisa masuk dan lolos ke negara kita tanpa terdeteksi oleh pihak Imigrasi,” ucap Sudding di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2020).
Kata Sudding, Ditjen Imigrasi sudah tidak perlu lagi mencari alasan ataupun menyalahkan sistem.
“Saya kira tidak usah ada alasan pembenar, karena ini sudah menjadi pengetahuan umum dan tidak perlu lagi mencari alasan karena sistem dan sebagainya,” tegasnya.
Anggota DPR Komisi Hukum itu juga mempersoalkan Ditjen Imigrasi yang tetap mengeluarkan paspor untuk Djoko Tjandra.
“Kenapa harus diberikan paspor kemarin tanggal 23 Juni oleh Imigrasi Jakarta Utara tanpa ada konfirmasi ke aparat penegak hukum tentang status yang bersangkutan,” kata dia.
Sudding menegaskan bahwa hal itu merupakan suat kelemahan di Ditjen Imigrasi. Dia lantas meminta penjelasan soal paspor baru untuk Djoko.
“Sementara yang bersangkutan adalah warga negara Papua Nugini, dan sudah dijatuhi hukuman,” beber Sudding. (Beb)
loading...

Balasan