Home Daerah PTPN III Kebun Gunung Para Diduga Lepas Tanggung Jawab, “Hasil Produksi TBS...

KPK diminta Bidik PTPN III

Siarannews Serdang Bedagai, Sumut – Dugaan kuat Korporasi akut dalam Kinerja yang menyimpang dan indikasi pelanggaran pelanggaran yang mengacu kepada penyimpangan ( fraud ) tampak begitu vulgar dipertontonkan pada areal HGU Tanaman Produksi Areal afdeling 6 Kebun Gunung Para dengan kondisi sangat memprihatinkan .

Aplikasi nyata dari tindakan tindakan asas pedoman perilaku dalam menjalankan tanggung jawab kinerja tata kelola berbasis Good Corporate Governance yang berlandaskan Jujur tulis Ikhlas ( JTI ) sepertinya hanya dijadikan AKHLAK ” Bunglon ” semata demi mencari keuntungan sepihak diatas kepentingan perusahaan yang seharusnya dikedepankan .

Seperti investigasi reporter media ini pada Selasa 01 September 2020 pada areal afdeling 6 Blok 3 tahun tanam 2007 didaerah bahagian dalam dengan pemandangan yang cukup miriss dan sangat memprihatinkan , Buah busuk sebagai aset utama produksi tampak membantal melingkar dan dibiarkan hingga membusuk di piringan tegakan tanaman menghasilkan produktif .. miris !!

Terungkap nya fakta penyimpangan dan pelanggaran pelanggaran akut dikebun Gunung Para ini juga disempurnakan dari suguhan dibeberapa areal yang masih tampak menghutan , dan Bentuk pengerjaan Tunasan yang masih tampak ” Cuci Muka ” dengan dugaan anggaran yang ditelan pada kondisi bahagian tengah hingga ke bahagia dalam pinggiran tanpa Tunasan , ini merupakan bentuk kekurang pedulian yang sangat luar biasa dan merupakan kebobrokan kinerja yang dipertontonkan tanpa sedikitpun merasa bertanggung jawab terhadap PTPN III sebagai induk dari Holding Perkebunan Nusantara , tanpa rasa iba atas mirisnya kondisi areal yang demikian menyedihkan , saat reporter mencoba menemui asisten afdeling 6 dikantor untuk konfirmasi langsung terkait temuan fakta lapangan , krani berikut staf kantor menyatakan asisten sedang dengan tamu sembari mengakui semua dokumentasi temuan merupakan areal afdeling 6 , sangat disayangkan..!!

Padahal jika dikilas balik dari maraknya temuan temuan penyimpangan dan permasalahan diarea HGU Distrik Serdang 1 ( Diser 1) beberapa bulan lalu dengan indikasi indikasi bermuatan KKN untuk memperkaya diri sendiri tanpa mengedepankan dasar utama tata kelola yang sehat dan bersih dari KKN PTPN III ( Persero) sebagai Induk Holding Perkebunan Nusantara , masih terendus ” Aroma Tajam ” kekurang pedulian dan ” Aroma Fraud ” pada realisasi anggaran yang dikucurkan secara global .

Kurangnya perhatian tanggung jawab dan penyikapan yang tegas juga ditunjukkan oleh SEV Operasional Darma B. Lessan dan Budi Susilo selaku Kabag Tanaman PTPN III yang terkesan ‘Melindungi” dan “Menutupi” segala bentuk kelalaian dan kekurang pedulian di Distrik Serdang 1 , Arsam Edwin Lubis selaku General Manejer , bentuk temuan yang juga disampaikan kepada Ridho Manurung selaku Kabid SDM Personalia Diser 1 , bahkan bentuk penyimpangan dan pelanggaran (fraud) seperti kinerja luar biasa Manejer Raden Wahyu Cahyadi yang berperan aktif menyumbang kan kerugian Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Kebun Gunung Para Secara Berkesinambungan.

Dugaan ini bukan tanpa alasan yang cukup , Frasa “Koorporasi” dengan dugaan ” Terlibat dalam subahat secara global ” mengingat laporan temuan diunit kebun Gunung Para dan temuan temuan di unit Kebun PTPN III lainnya secara kompleks dan signifikan selalu disampaikan kepada SEV operasional dan Kabag Tanaman selaku personal yang memiliki fungsional dan kebidangan dalam hal ini namun tanpa adanya tindakan penyikapan yang tegas dengan konsekuensi yang nyata sesuai kultur tata kelola PTPN bersih dari KKN yang semakin memperkuat asumsi keterlibatan ” Koorporasi akut” .

Sangat diharapkan kesadaran dan kepedulian maksimal dari jajaran direksi Holding Perkebunan Nusantara untuk menyelamatkan dan membenahi areal Kebun Gunung Para dan Kebun SE Distrik Serdang 1 dari personal oknum yang kurang bertanggung jawab dalam kinerjanya dari Koorporasi tangan tangan koruptor yang menggurita, demi meminimalisir kerugian dan penyimpangan anggaran PTPN III secara menyeluruh oleh cengkeraman pimpinan Masinis Hebat dan Kebal ” tanpa tersentuh penyikapan ” seperti Menejer Unit Kebun Gunung Para ini .

Hingga berita ini diturunkan ” jajaran personal Distrik Serdang 1 (Diser 1) masih enggan berkomentar terkait dokumentasi temuan memprihatinkan di beberapa kebun dibawah pengawasan tata kelola operasional Diser 1 yang menjadi tanggung jawab kinerja namun kurang perduli dengan segala permasalahan dan indikasi penyimpangan di unit Diser 1 ini. (Toni)

loading...

Balasan