Home Internasional Wapres Turki : Ada Ancaman Kudeta dari Sekelompok Eks Perwira Militer

Ankara,SN – Wakil Presiden Turki Fuat Oktay mengatakan pernyataan bersama dari para pensiunan perwira militer secara jelas menunjukkan upaya untuk mendominasi kepemimpinan dan merebut kehendak rakyat serta merupakan pernyataan awal untuk kudeta.

“Pasti ada serangan terhadap kehendak rakyat, serangan terhadap militer, bangsa, dan panglima tertinggi. Kami tidak akan tinggal diam tentang masalah ini,” kata Fuat Oktay seperti dikutip Anadolu Agency, Rabu (7/4) .

Menurut dia, jika mereka menemukan kesempatan, mereka dapat melanjutkan ke langkah berikutnya yaitu melancarkan kudeta.

Oktay juga mengatakan bahwa tidak ada yang boleh meremehkan pernyataan tersebut baik oposisi utama Turki, Partai Rakyat Republik (CHP) maupun siapa pun.

Lanjut dia siapa pun tidak memiliki hak untuk meremehkan pernyataan yang dikeluarkan oleh sekelompok mantan perwira militer itu.

Menggarisbawahi pernyataan itu bukan tentang “kebebasan berekspresi,” Wapres Turki mengatakan bahwa negara akan melakukan apa yang diperlukan baik terhadap pembuat pernyataan maupun para individu yang ikut menandatanganinya.

Senada dengan itu Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu, mengatakan bahwa setiap kudeta membawa kerugian besar bagi negara sebagaimana sejarah kudeta yang berulang dan merusak di Turki.

Soylu bahkan menegaskan kepada setiap orang untuk tidak boleh membiarkan pemikiran dan mentalitas seperti itu.

Sebagaimana diketahui bahwa pada Ahad (4/4) lalu, sejumlah mantan perwira militer membagikan pernyataan yang mendesak penghindaran retorika atau tindakan apa pun yang dapat membuat Konvensi Montreux menjadi subjek perdebatan.

Jaksa di Ankara kemudian memulai penyelidikan terhadap orang-orang di balik pernyataan itu.

Pernyataan kontroversial itu juga menuding pemerintahan Erdogan telah membuat Angkatan Bersenjata dan Angkatan Laut Turki melenceng dari jalur yang ditetapkan oleh Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Turki modern.

Para mantan perwira juga memperingatkan bahwa Turki dapat menghadapi peristiwa berbahaya, risiko, dan ancaman terhadap kedaulatan.

(Red/Sumber)

loading...

Balasan