Home Hukum & kriminal Tembok Kokoh Diatas Lahan Fasum Gagal Dibongkar

SN, JAKARTA – Tembok kokoh yang berdiri diatas lahan yang berfungsi sebagai fasilitas umum kembali gagal dirobohkan.

Tembok setinggi tiga meter yang didirikan tepat diatas jalan umum yang berlokasi di pergudangan, Jalan Kapuk Indah, Kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan Jakarta Utara ini sebelumnya telah dirobohkan oleh Juru Sita Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada akhir 2018 lalu.

Namun, kelompok Chandra Gunawan yakni pihak yang bersengketa dengan pihak yang telah memenangkan perkara di PN Jakarta Utara tanpa alasan yang jelas kembali mendirikan tembok tersebut.

Atas hal tersebut pihak The Tiau Hok alias Ahok merasa sangat dirugikan. Pihak Ahok menyebut tindakan Chandra Gunawan cs telah melecehkan hukum negara.

Padahal diketahui Chandra Gunawan cs telah ditetapkan menjadi tersangka di Subdit Kamneg Polda Metro Jaya dan juga menjadi tersangka di Mapolres Jakarta Pusat

Selasa (4/5/2021) tembok beton yang menutupi jalan akses menuju objek tanah sengketa di pergudangan Kapuk Indah, ini hendak dibongkar oleh pihak keluarga Ahok yang telah memenangkan secara inkrah perkara di PN Jakarta Utara. Namun mendapat penghadangan dari kelompok Chandra Gunawan.

Pihak Ahok menyayangkan lantaran orang- orang tak bertanggung jawab kerap datang ke lokasi dan melarang pemilik yang sah dan memiliki Sertifikat Hak Milik memanfaatkan lahannya.

Pihak Ahok juga menyayangkan karena aparat pemprov DKI dan pemkot Jakarta Utara terkesan melakukan pembiaran terhadap kelompok yang dianggap meresahkan terkait adanya pendirian tembok diatas fasum yang tanpa dilengkapi IMB

Chandra Gunawan kerap mengklaim lahan tersebut dan memiliki surat IMB atas tembok yang didirikan diatas fasilitas umum yang pada bagian sisi luarnya dipenuhi tumpukan sampah setinggi dua meter dan dibagian sisi dalam tembok beton, berserakan bangkai besi tua yang jumlahnya cukup signifikan.

Kekecewaan mendalam juga dirasakan Ahok lantaran di pembongkaran yang sebelumnya dan hendak masuk ke lahannya sendiri terus menerus diganggu oleh kelompok yang sama.

Dia menegaskan seraya meminta kepada Polda Metro maupun Kabareskrim bisa mencari dan menemukan adanya mafia tanah, oknum pemda yang diduga ikut bermain serta oknum aparat yang diduga pula menjadi beking dalam kasus yang telah menderanya selama kurun waktu belasan tahun tersebut.

Sebelumnya, saat tindakan eksekusi 2018 lalu, Umar, Juru Sita dari PN Jakarta Utara mengatakan, pembongkaran tembok dilakukan karena berdiri di atas jalan umum yang merupakan jalur masuk atau akses ke objek sengketa.

Penasehat hukum Ahok, Iming Tesalonika dan Yusni Harefa menegaskan bahwa pemilik tanah yang sah adalah The Tiau Hok alias Ahok sudah memenangkan perkara di PN Jakarta Utara pada 24 Oktober 2018 dengan nomor perkara : 19/eks/2018/PN. Jakarta Utara.

Dijelaskannya bahwa pihak yang tak terima atas putusan PN Jakarta Utara kerap berulah.

Sebelumnya, Iming telah mengajukan Surat Permohonan Perlindungan Hukum dan Pengawalan kepada Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolres Jakarta Utara, terkait pembongkaran kembali tembok diatas fasum tersebut.

Dia juga meminta Kapolres Jakarta Pusat menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Chandra Gunawan cs.

Iming dan Yusni meminta kasus tersebut jangan dibiarkan berlarut larut. Dirinya menegaskan akan melanjutkan laporan ke Kapolda Metro Jaya, Kapolri hingga ke Jokowi jika kasus tersebut tak kunjung terselesaikan. (BHS)

loading...

Balasan