Home Bisnis Kepala BPKS : Sumberdaya Yang Dimiliki Asprindo Dapat Membantu Kami Mengembangkan Sabang

Sabang, SN – Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) menggandeng Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) sebagai mitra strategis dalam mengembangkan dan mengelola Sabang.

Kemitraan strategis dan
kerjasama kolektif itu ditandai dengan penandatanganan kesepahaman bersama antara Kepala BPKS Iskandar Zulkarnain dan Ketua Umum Asprindo Jose Rizal yang
disaksikan Deputi Koordinasi Bidang Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementrian Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Basilio Dias Araujo, Jum’at (9/7).

Manurut Iskandar Zulkarnain, sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas,
Sabang belum banyak dilirik oleh para investor dan pengusaha, baik dari dalam maupun dari luar negeri.

“Asprindo memiliki jaringan yang relatif luas, seluruh provinsi di Indonesia dan
memiliki perwakilan luar negeri di sejumlah negara. Kami berharap, dengan sumber daya yang dimiliki, Asprindo dapat membantu kami mengembangkan Sabang,” ujarnya.

Iskandar berharap, Sabang berkembang bukan hanya sebagai kota niaga dan pelabuhan, tapi juga menjadi kawasan wisata unggulan.

“Kami tidak mungkin mengerjakan itu sendirian. Karena itu kami bermitra. Semoga dalam beberapa tahun ke depan, kita bisa melihat wajah Sabang
berubah dan menjadi kawasan yang sayang untuk dilewatkan,” pungkas Kepala BPKS Iskandar Zulkarnain.

Secara terpisah, Ketua Umum DPP Asprindo, H. Jose Rizal kepada pers menyatakan menyambut baik kerjasama ini.

“Sabang secara geopolitik menarik. Lokasinya strategis untuk lalu lintas laut internasional. Tapi sayangnya belum tergarap optimal sampai saat ini. Padahal Sabang sudah diputuskan sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas, terpisah dari pabean.
sehingga ada berbagai fasilitas dan insentif di bidang pajak. Kami berharap kami bisa memanfaatkan ini dengan baik,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa kerjasama dengan BPKS ini selaras dengan misi Asprindo yang secara khusus mulai memberi perhatian pada wilayah-wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar
Indonesia.

“Saat ini juga kami sedang menjajaki dan mengkaji potensi wilayah Kalimantan Utara yang berbatasan Malaysia,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Kementerian Koordinator Bidang Kedaulatan dan Energi, Kemenko Maritim dan Investasi RI yang menyaksikan penandatangan MoU ini, Basilio Dias Araujo,
menyebut bahwa kerjasama ini strategis dan timely.

“Saya menilai Asprindo fokus pada pengembangan pengusaha bumiputera atau pribumi. Kami berharap pengusaha pribumi mampu berperan signifikan dalam pengembangan dan pembangunan untuk Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang,” ujar Basilio.

Basilio juga mencermati tingginya potensi kerjasama yang menguntungkan terutama untuk industri perikanan, pariwisata, bunkering (migas), layanan provisi logistik, dan berbagai penyediaan jasa kepelabuhanan bertaraf internasional.

“Ini karena posisi kawasan Sabang sangat strategis dalam jalur pelayaran internasional,” paparnya.

Ia menyebutkan investasi dan kerjasama untuk memodernisasi Pelabuhan Bebas Sabang menjadi smart and blue/green port dan menjadi the First Emergency Call Port di Indonesia terutama di masa pandemi COVID-19 ini, sebagai salah satu target kerjasama antara BPKS dan Asprindo.

“Ke depannya, secara market demand and global supply chains, Kawasan Sabang, Aceh dan sekitarnya pasti akan menarik pasar pengguna jasa pelabuhan internasional,” ujar Deputi Kedaulatan Maritim dan Energi ini.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kemenko Marves RI sangat mendukung langkah kerjasama strategis
ini, terutama karena menyangkut pengembangan dan pembangunan pulau-pulau terluar
Indonesia.

“Kemitraan strategis ini akan memperkuat postur Kedaulatan Maritim Indonesia. Kita wajib membangun pulau-pulau terluar Indonesia untuk memperkuat ketahanan maritim kita,” tegas Deputi Basilio Araujo.

Dalam kemitraan ini, secara umum BPKS dan Asprindo sepakat untuk bekerjasama dalam 5 hal, yakni pengkajian bisnis dan investasi; pelibatan investor; pembangunan dan pengelolaan sarana dan prasarana; pengelolaan usaha di bidang perdagangan barang dan jasa; serta
penyebarluasan informasi yang relevan dengan perkembangan Sabang.

(Red)

loading...

Balasan